Jun

9

Pernyataan Stuart Pearce Tentang Kegagalan Inggris U-21

By admin

stuart - BeritaBolaUnik.com

Bursa Bola – Selesai dan musnah. Mimpi timnas Inggris U-21 untuk sukses di pagelaran Euro 2013 Israel harus berakhir di Petah Tikvah kemarin malam. Kegagalan ini kemungkinan besar juga berpengaruh pada perpanjangan kontrak yang diminta oleh manajer Struart Pearce.

Setelah diajari bermain bola dengan possession football saat melawan Italia di Tel Aviv, Norwegia malah mengekspos pertahanan skuad muda Inggris lebih baik. Celah-celah di pertahanan timnas Inggris U-21 membuat mereka harus rela kebobolan tiga gol, aliran bola yang buruk dari lini tengah membuat sektor penyerangan Inggris tumpul, mimpi mereka pun musnah. Pertandingan terakhir melawan Israel dua hari kemudian jadi tak bermakna.

Pearce mungkin benar tentang komentarnya kemarin. Tentang minimnya pengalaman bermain di turnamen dan penampilan di level senior bagi pemain-pemain yang saat ini dibawa. Sudah dua tahun dia tak bisa memanggil semua pemain terbaik yang tersedia (berusia dibawah 21) untuk bertanding di kejuaraan level junior. Pemain-pemain itu lebih diprioritaskan untuk bermain di level senior, demi membawa Inggris lolos ke Piala Dunia 2014.

“Dipermalukan bukanlah deskripsi yang tepat untuk saat ini,” kata Pearce, yang akan mengadakan rapat dengan petinggi FA bulan ini tentang masa depanna.”Kami layak mendapatkan sesuatu yang pantas bagi kami di turnamen ini – nothing – 0 poin.

Kami harus menerima kenyataan pahit ini dan harus bangkit di pertandingan selanjutnya (untuk mengalahkan Israel). Kami harus memastikan tiga poin di pertandingan itu sebagai hiburan dan harga diri.

Bursa Bola

Mengenai masa depannya sebagai manajer timnas U-21, Pearace menambahkan,”Hasil yang didapat dari dua pertandingan ini tak merubah keyakinan saya. Saya menikmati pekerjaan ini dan akan melakukan pembicaraan dengan FA. Rencana saya tetap. Kami (Pearce dan FA) akan bertemu setelah turnamen ini. Hasil yang didapat tidak akan merubah sifat dan keyakinan saya.

Pearce juga mengomentari timnas Belanda dan Jerman menghasilkan sekelompok pemain yang dia deskripsikan sebagai – pemain kelompok U-21 terbaik yang pernah dia lihat- Kamis sore kemarin. Sementara yang ada dihadapannya adalah salah satu yang terburuk, timnas Inggris U-21; tampil luar biasa di kualifikasi, datang sebagai unggulan, tapi gagal memenangi dua pertandingan pertama.

“Kami dikalahkan oleh Norwegia dan saya harus tetap pulang dengan kepala tegak. Tim yang datang dengan pemain terbaik akan memenangkan turnamen, yang tidak membawa pemain terbaiknya akan kalah,” tutup Pearce.

Pearce tidak mempersiapkan timnya untuk hasil seperti ini. Dia tak menduga kalau timnya tampil begitu buruk di dua pertandingan pertama. Saat drawing turnamen berlangsung, yang ada di kepalanya adalah sejauh mana timnas U-21 Inggris mampu melaju, setelah melewati penyisihan grup.

Pertandingan malam ini memberikan gambaran yang jelas akan kelemahan di timnas Inggris U-21.

Inggris tak punya jawaban dan solusi. Di bangku cadangan terlihat muka-muka bingung staff pelatih dan pemain Inggris. Semangat mereka untuk turnamen ini telah lama menguap. Inggris U-21 sukses mempertahankan ‘tradisi’ untuk tampil mengecewakan di babak utama turnamen – yang selalu berakhir dengan kekecewaan.

Taktik Inggris di setengah jam terakhir  juga anomali. Di era modern saat bek-bek dituntut untuk pintar membaca permainan, di menit-menit itu, Inggris kembali ke masa lalu. Duet bek tengah mereka – Dawson dan Caulker – bergabung dengan penyerang mereka di lini depan untuk menerima aliran long-ball yang konstan. Bukan masalah besar bagi Norwegia, mereka tampil tenang dan percaya diri, Inggris yang frustasi akhirnya gagal lolos ke babak selanjutnya.

Bursa Bola