Jun

13

Mencari Solusi Untuk PSMS

By admin

PSMS - beritabolaunik.com

Berita Piala DuniaAda yang tak biasa dengan pemandangan di masjid Al-Bina, Senayan, Jakarta pada siang kemari. Terlihat dari kejauhan ada beberapa orang yang sedang berkumpul di masjid tersebut, ada sekitar 11 orang yang terlihat berkumpul di tempat itu. Dan kabar yang mencengangkan terdengar ketika tahu bahwa kesebelas orang tersebut usut punya usut merupakan para punggawa sepak bola dari tim PSMS medan yang berlaga di Divisi Utama PT Liga Indonesia. Para pemainPSMS Medan tersebut diantaranya Waginda Pradika, Hardiyantono, Alamsyah Nasution, Zulham Saputra, Irwin Ramadana, Aidun Sastra Utami, Susanto, Dodi, Ardhana, M Irfan, serta Tri Ardiansyah.  Kesebelas pemain PSMS Medan tersebut sudah berada di ibu kota dari hari senin tanggal 10 juni lalu, dan selama berada di ibu kota hidup mereka seadanya. Pada awal mereka datang ke Jakarta, mereka tidur di pelataran Monumen Nasional atau Monas, mereka pun tidur selalu berpindah-pindah dari tempat satu ke tempat yuang lain. Dan pada dini hari kemarin para punggawa PSMS medan tersebut beristirahat di  MAsjid Al-Bina Senayan Jakarta.

Kesebelas pemain tersebut jauh-jauh datang dari Medan ingin bertemu dengan petinggi dari PSSI, tak lain dan tak bukan mereka ingin mengadukan nasib mereka kepada petinggi lembaga sepak bola Indonesia itu. Mereka akan mencari solusi dengan mendatangi petinggi PSSI secara langsung. Sebenarnya, persoalan yang dihadapi oleh para pemain PSMS medan tersebut tidak lain menyangkut gaji mereka yang tidak kunjung juga dibayarkan. Mereka tidak memperlihatkan wajah yang sumringan tetapi wajah dengan beban yang sangat berat, bahkan ada saat dimana para pemain hanya memberikan senyun karena keterpaksaan dalam perbinbcangan selama 20 menit tersebut yang masih bertempat di masjid Al-Bina, senayan, Jakarta. Haryono sebagai kapten tim menjelaskan bahwa mereka datang dengan naik busway, dan langsung beristiraha di masjid ini daripada berputar-putar tidak jelas di Jakarta. Alamsyah menuturkan kembali bahwa dirinya dan rekan tim belum sempat makan nasi untuk hari kemarin, hanya kue-kue saja yang dimakan, itulah yang dituturkan gelandang PSMS medan yang dikenal tidak ada kompromi tersebut.

Ini merupakan kisah yang benar terjadi dan sangat memilukan, akhirnya didapat dari mulut iIrwin. Dia mengatakan bahwa mereka saat ini sedang mengalami krisis financial, banyak dari rekan tim mereka harus berhadapan dengan debt collector, menjual harta benda yang berharga, serta tidak bisa menafkahi keluarga dikarenakan hak yang harusnya mereka terima tidak kunjung dibayarkan, Irwin juga menuturkan bahwa dirinya sudah tidak bisa pulang kembali ke medan karna uang yang mereka punya sudah habis, dan yang lebih parahnya uang gaji yang mereka teria itu tidak sepenuhnya dibayarkan. Saat ini Irwin dan kawan-kawan sudah pasrah dengan keadaan yang terjadi, mereka dengan nekat datang ke Jakarta denga uang yang pas pasan un tuk mengadukan nasib mereka ke para petinggi PSSI. Cerita miris tersebut belum berhenti sampai disitu saja, cerita lain terungkap dari Hadrdiyantono. Saat melakukan laga pertandingan tandang ke Jambi dan tembilahan, dari tim manajemen memberikan arahan yang dianggap ganjil bagi para pemain PSMS. Mereka diberikan dua opsi yang ganjil, mendapat pinjaman jika menang, atau dapat gaji jika kalah. Dan akhirnya laga dimenangkan oleh PSMS akan tetapi, sampai sekarang pun janji untuk mendapatkan pinjaman dari opsi yang dulu diberikan tim manajemen tidak kunjung juga ada. Mereka akan terus berjuang demi hak mereka yang tak kunjung diberikan.