Jun

10

Manchester City Tak Akan Banyak Memakai Pemain Inggris Di Era Pellegrini

By admin

Pellegrini_2903372

Manchester City tak akan banyak memakai pemain Inggris di era Pellegrini

Berita Piala Dunia – Manchester City akan memperkenalkan manajer baru mereka, Manuel Pellegrini minggu ini. Kehadiran Pellegrini di kubu the citizens ditengarai akan membawa City menuju era La Liga. Klub ini berpotensi untuk tidak memberikan kesempatan bermain yang cukup bagi pemain asli Inggris. Kedatangan Pellegrini dari Malaga telah menjadi rahasia umum sejak dipecatnya Roberto Mancini sebulan lalu. Akhirnya posisi manajer yang ditinggalkan oleh Mancini akan diresmikan dalam waktu 48 jam. Kedatangan manajer asal Chili itu akan berlangsung minggu ini. Dalam 48 jam kedepan, dia akan melakukan konferensi pers pertamanya sebagai manajer baru the citizens pada hari Rabu atau Kamis.

Kontrak Pellegrini di sisi Manchester Biru adalah tiga tahun dengan nilai 15 juta pounds. Penunjukan mantan pelatih Malaga ini berefek pada perubahan besar yang akan terjadi. Pellegrini telah mengadakan pembicaraan detail dengan Direktur Sepakbola City, Txiki Begiristain dan Chief Executive Ferran Soriano tentang rencana perkembangan klub kedepan. Pembicaraan antara ketiganya sudah dilakukan saat Pellegrini di Spanyol. Pellegrini sangat ingin memboyong anak buahnya di Malaga yang saat ini sedang bermain bersama timnas U-21 Spanyol di turnamen Euro U-21, Isco.

Manchester City telah menghabiskan dana sebesar 55 juta pounds hanya dalam sebulan musim berakhir. Dana sebesar itu digunakan untuk mengangkut gelandang Shahktar Donetsk asal Brazil, Fernandinho, dan winger lincah Sevilla, Jesus Navas – pemain yang telah menjuarai Piala Dunia dan Piala Eropa – sebagai upaya mereka untuk merebut trofi Premier League dari Manchester United. Kedatangan Pellegrini ke dalam Etihad Stadium juga menurunkan ketertarikan mereka terhadap target transfer Roberto Mancini di masa lalu, pemain tajam Napoli, Edinson Cavani. Manchester City terlihat adem ayem kalau perjuangan mereka untuk mendatangkan Cavani dikalahkan oleh Chelsea.

Salah satu hal krusial dalam taktik Manchester City musim depan adalah taktik. Pellegrini telah menyetujui rencana Begiristain menjadikan City seperti Barcelona. Rencana itu adalah memakai formasi 4-3-3 di semua tim, merata dari tim junior sampai tim senior. Yang paling terkena imbas dari rencana itu baru Soriano adalah pemain asli Inggris. Dengan kedatangan Navas dan Fernandinho serta rencana pembelian Isco, pemain Inggris yang bisa bersaing di line up mungkin hanya kiper mereka, Joe Hart. Joe Hart dapat menjadi satu-satunya pemain Inggris yang bermain secara regular bagi Manchester City musim depan.

Gareth Barry dan Jack Rodwell akan terguncang dengan kedatangan Fernandinho dan Isco karena memiliki posisi yang sama dengan mereka. Sementara Joleon Lescott sudah tergeser posisinya sebagai bek tengah sejak musim lalu. Pnempilan konsisten pemuda berusia 19 tahun asal Serbia, Matija Nastasic menjadi penyebabnya. Nastasic yang baru datang dari Fiorentina menunjukkan ketenangan dan kematangan sebagai pemain belakang sejak pertama kali memainkan pertandingan bersama Manchester City.

Micah Richards yang merupakan pemain asli jebolan akademi Manchester City, selama ini dikenal sebagai cadangan untuk wakil kapten Pablo Zabaleta. Bahkan pemain serbaguna nan konsisten macam James Millner juga diragukan tampil regular. Pellegrini lebih suka memberi kesempatan pada David Silva, Carlos Tevez, Sergio Aguero dan Jesus Navas untuk membuat skema serangan yang fluid. Kendati Tevez memasuki setahun kontrak terakhirnya di Manchester City, potensi Juventus sebagai pengejar tanda tangan Tevez nampaknya mereka ingin mengikat Tevez setelah dia berstatus free transfer – seperti mereka mengikat Pirlo dari Milan. Tugas berat yang menanti didepan mata Pellegrini adalah memenangkan trofi secepatnya dan tak membuat perselisihan internal. Ia harus berkaca pada Mancini yang dipecat karena hal itu. Ferran Soriano menegaskan bahwa timnya musim depan akan mengincar lima trofi yang tersedia. ambisi yang ketinggian untuk klub yang tak memenangi apapun musim lalu.