Jan

14

Komentar Malky Mackay Tentang Pelatih Baru Cardiff City

By admin

Komentar Malky Mackay Tentang Pelatih Baru Cardiff City – Malky Mackay memberikan ucapan selamat kepada Ole Gunnar Solksjaer di masa jabatannya untuk Cardiff City. Meski demikian ia menyarankan bahwa kultur perbedaan budaya dengan klub selatan Wales itu akan segera dirasakan mantan penyerang legenda Manchester United tersebut.

Apalagi menangani salah satu tim di Liga Premier merupakan pengalaman pertama bagi Solskjaer, meski ia sebelumnya berkarir sebagai pesepakbola untuk klub raksasa Manchester United, namun kali ini akan mengalami perbedaan yang signifikan, walau sebelumnya menjalani karir yang sangat baik untuk klub Norwegia, Molde.

Jelang pertandingan perdana di Liga Premier untuk kali pertama, Solskjaer harus menelan kekalahan perdana dari West Ham United, walau bermain di hadapan pendukungnya sendiri, meski demikian Mackay tetap memberikan dukungan penuh dan menganggap penunjukkan Solskjaer merupakan langkah bijak bagi klub itu.

Mackay harus kehilangan jabatan di Liga Premier setelah perseteruannya dengan pemilik klub Vincent Tan berujung pemecatannya pada 27 Desember lalu dan tidak lama kemudian menunjuk pelatih Molde itu.

“Ini merupakan sebuah pekerjaan yang sangat baik bagi Solskjaer, apalagi ia datang dari sebuah persepakbolaan Norwegia ke Liga Premier dan terlibat dalam suatu klub yang memiliki struktur organisasi seperti itu,” ungkap Mackay.

“Ada sekitar 30,000 orang datang menyaksikan pertandingan mereka pada setiap pekannya dan mengharapkan sesuatu hal dari mereka.

“Ia telah menunaikan tugasnya dengan sangat baik di Norwegia, namun Liga Premier jauh lebih sengit dan berbeda dan karena itu saya yakin ada sedikit perbedaan kultur yang cukup mengejutkan bagi dirinya.”

Proses pengunduran diri Mackay dari Cardiff terkesan dipaksakan oleh Vincent Tan, setelah mengirimkan email yang berisi sebuah tawaran yang sama-sama tidak pantas baginya, yaitu mengundurkan diri atau memilih dipecat.

Tan bahkan sempat menuduh Mackay telah menghabiskan anggaran belanja klub diluar dari batas yang telah ditentukan sang pemilik pada bursa transfer lalu dan apalagi permintaannya di awal tahun ini merupakan sesuatu hal yang terlalu berlebihan bagi sang pemilik asal Malaysia tersebut.

Ahli strategi berusia 41 tahun itu menolak untuk mengundurkan diri dari jabatannya dan apalagi setelah megnhantarkan mereka ke pentas Liga Premier di musim ini, sebelum kepastian pemecatannya berakhir dalam dua kekalahan beruntun dari Liverpool dan Southampton.

“Saya mencintai seluruh waktu dan pekerjaan saya selama di Cardiff dan sangat menyenangkan bisa merangkul penduduk di Cardiff dengan sebuah kehangatan. Saya benar-benar mencintai kehidupan di Wales,” tegas Mackay.

“Saya melihat ke belakang dengan segala kenangan yang ada untuk meloloskan tim tersebut ke Liga Premier melalui babak play-off dan kami mampu meraihnya.

“Saya pikir skuad di sana memiliki kemampuan untuk terus bersaing dan bisa bertahan di jajaran atas Liga Premier.

“Ada sejumlah grup yang mendapatkan dukungan yang sangat baik dari suporter klub.”

Selepas kehilangan jabatannya tersebut, Mackay ingin kembali ke dunia kepelatihan lagi seiring dengan keberhasilan klubnya merekrut Solskjaer.

“Saya sudah mengamati situasi di Cardiff untuk saat ini dan karena itu harus segera terselesaikan bagi mereka di kompetisi reguler dan saya ingin kembali menangani salah satu klub Liga Premier, karena kompetisi ini begitu menyenangkan,” tutup Mackay.