Aug

30

Agen Judi Bola Waspada Penyakit Pelatih Sepakbola !

By admin

Agen Judi Bola Waspada Penyakit Pelatih Sepakbola !

Waspada Penyakit Pelatih Sepakbola ! Agen Judi Bola – Meski bekerja di dunia olahraga, ternyata bukan jaminan bagi seseorang akan tetap sehat dan terhindar dari serangan berbagai penyakit. Hal inilah yang diungkapkan oleh seorang dokter spesialis olahraga yang Hario Tilarso. Menurutnya, seorang pelatih sepakbola pun memiliki resiko diserang oleh suatu penyakit, sama dengan orang biasa lainnya.

Disampaikan Tilarso, faktor usia menjadi salah satu penyebab penyakit yang biasanya mengintai para pelatih sepakbola. Pada umumnya para pelatih berusia lebih tua dibandingkan para pemainnya. Sedangkan, mereka juga banyak melakukan gerakan yang dibutuhkan oleh pekerjaannya, seperti berlari di lapangan bersama para pemainnya saat berlatih.

Pelatih sepakbola di luar negeri sendiri pada umumnya masih melakukan lari-lari kecil alias jogging dengan para pemainnya. Berbeda dengan berbeda dengan para pelatih di Indonesia, yang kebanyakan hanya berdiri di pinggir lapangan untuk mengatur strategi permainan timnya dan memberikan instruksi kepada pemain dalam sesi latihan.

Berdasarkan hasil penelitian Tilarso, para pelatih sepakbola memiliki kecenderungan terkena penyakit stroke, jantung, hipertensi. Seperti mantan pesepakbola legendaries, Diego Armando Maradona, setelah berhenti jadi pemain dan lalu menjadi pelatih, badannya menjadi sangat gendut, yang dapat memunculkan resiko besar mengidap ketiga penyakit tersebut.

Bahkan, mantan pelatih klub raksasa Liga Spanyol, Barcelona, Tito Vilanona, pernah menjalani perawatan intensif karena menderita penyakit tumor. Padahal setahun sebelumnya, penyakit tersbeut sudah diobati, namun kambuh lagi. Berdasarkan hasil pemeriksaan rumah sakit, ternyata ada tumor baru pada kelenjar parotisnya. Akhirnya, Vilanova pun terpaksa harus menjalani operasi Agen Judi Bola.

Kemudian, juga banyak pelatih sepakbola yang harus merokok untuk menenangkan dirinya, karena stres akibat tekanan pekerjaan dan perkembangan tim pesaingnya. Terutama bagi para pelatih yang cenderung emosional dan kurang mampu mengontrol kondisi psikologisnya. Mereka yang bertubuh gendut dan merokok, akan memiliki peluang yang jauh lebih besar dihinggapi oleh banyak penyakit.

Disebutkan Tilarso yang sudah puluhan tahun bekecimpung di dunia olahraga, seharusnya para pelatih sepakbola tersebeut memilih untuk menenangkan atau menyenangkan diri dengan cara berkonsultasi kepada psikolog. Selain jauh lebih sehat, cara itu juga tidak akan menimbulkan citra yang buruk pada mereka sebagai seorang pelatih jika lebih memilih merokok karena stress.

Padahal, para pelatih sendiri selalu menerapkan disiplin keras kepada pemainnya. Mereka biasanya melarang para pemain untuk merokok demi menjaga kebugaran tubuh. Selain itu, para pemain juga akan diawasi ketat jika mengonsumsi minum-minuman beralkohol saat pergi ke klub mereka, atau selama musim pertandingan berjalan. Sedangkan para pelatih sepakbola sendiri sering kali melakukannya. Wajar saja jika banyak pemain juga mengikutinya, seperti banyak diberitakan oleh media massa.

Sementara itu, sebelumnya University of California, Los Angeles (UCLA) juga pernah mengeluarkan hasil penelitian yang menyebutkan tentang ancaman penyakit yang berpotensi menyerang para pemain sepak bola. Menurut hasil penelitian yang termuat pada American Journal of Sport Medicine itu, para pemain sepakbola ternyata lebih berpotensi terserang penyimpangan pada sistem saraf Agen Judi Bola.