Aug

31

Agen Bola Online Dua Tim DIdiskualifikasi Setelah Membuat Wasit Menangis

By admin

Dua Tim DIdiskualifikasi Setelah Membuat Wasit Menangis Agen Bola Online – Seberapa sering seorang wasit membuat kesalahan ketika pengambilan keputusan dan menjadi tumpuan kekesalan serta bentakan dari penonton di pinggir lapangan?. Mungkin kalau wasitnya pria dewasa, hal itu bukan menjadi masalah karena bisa mengacuhkannya, tapi bagaimana kalau wasitnya adalah seorang gadis muda berumur 15 tahun? Yang ada, sang wasit cuma bisa menangis walau tetap menjalankan kewajibannya memimpin laga. Peristiwa ini menimpa Emma Hickson, seorang wasit amatir wanita yang bisa dibilang masih kecil saat menjadi wasit di sebuah pertandingan sepak bola usia di bawah 10 tahun (U-10) yang mempertemukan Platt Lane City melawan Litherland Tigers.

Air mata sang wasit, Emma tumpah dengan deras aat terjadi sebuah pelanggaran di penghujung babak, yang tidak dianggap sebagai pelanggaran oleh Emma. Hal ini membuat sejumlah orang tua para pemain yang berlaga masuk ke lapangan, mengerubungi Emma sambil membentak disertai makian. Pertandingan pada turnamen usia muda yang diselenggarakan di Whiteholme Playing Fields, Blackpool itu, akhirnya harus terhenti beberapa saat karena para orang tua yang memasuki area lapangan dan segera ditengahi oleh ofisial dan para pelatih kedua tim.

Laga akhirnya tetap bisa dilanjutkan tapi Emma tetap tidak bisa menahan air matanya keluar karena orang tua para pemain itu, tetap menghardik dan memaki Emma dari pinggir lapangan sampai laga berakhir. Kepada Sportsmail, Emma mengatakan kejadian itu tidak lepas dari persaingan level tinggi antara tim elite Premier League Manchester dan Liverpool yang dibawa karena Platt Lane dalah anggota divisi usia muda Manchester City dan Litherland di bawah keanggotaan Liverpool.

“Memang aku tidak mendengar jelas tentang makian yang terjadi, tapi yang pasti aku bisa mendengar dengan jelas mereka mengatakan kalau aku seorang wasit yang memalukan. Ada beberapa orang tua yang berkata, ‘pelacur kecil yang tidak berguna atau pernyataan lain yang mirip,” ungkap Emma.

“Padahal ini cuma sebuah laga sepakbola anak-anak. Mereka cuma ingin mau bermain dan aku cuma mewasiti laga. Tidak semsetinya ditanggapi dengan sikap itu. Semoga peristiwa ini membawa pemahaman kalau wasit harus dihormati sebab banyak orang yang memandang remeh kerja keras yang dilakukan wasit,” lanjutnya.

Emma pun mengatakan kalau kasus ini, sudah dilaporkannya ke Lancashire FA untuk diselidiki. “Aku telah melapor dan memperoleh dukungan dari pihak LFA. Aku pikir, insiden ini ada kaitannya dengan rivalitas City/Liverpool. Ketika aku baru memulai memimpin laga, aku telah melihat para orang tua dari kedua tim saling meledek. Pasti ada unsur rivalitas di situ,” tambah Emma lagi.

Sementara pihak LFA akan menyelidiki Litherland, Manchester FA juga akan berbuat hal yang sama ke Platt Lane. Sampai saat terakhir insiden ini dilaporkan ke LFA dan MFA, kedua tim yang berlaga untuk sementara didiskualifikasi dari turnamen yang diikuti oleh 250 SSB itu.